Artikel/ Makalah
Bedah Sinus Endoskopi Fungsional Revisi Pada Rinosinusitis Kronis
Written by Bestari Jaka Budiman, Rossy Rosalinda   
Thursday, 28 July 2011 23:33
PDF Print E-mail

Bestari Jaka Budiman, Rossy Rosalinda

Abstrak

Rinosinusitis kronis merupakan inflamasi kronis pada hidung dan sinus paranasal yang sering terjadi, terutama pada usia antara 30-69 tahun. Etiologi dari rinosinusitis kronis adalah multifaktorial. Penatalaksanaan rinosinusitis kronis meliputi terapi medikamentosa yang maksimal dan bedah sinus endoskopi fungsional. Sekitar 5-15% kasus membutuhkan tindakan bedah sinus endoskopi fungsional revisi.

Dilaporkan satu kasus rinosinusitis kronis dengan riwayat operasi sinus sebelumnya pada laki-laki usia 59 tahun dan telah dilakukan terapi medikamentosa dan bedah sinus endoskopi fungsional revisi. Artikel Lengkap

Kata kunci: Rinosinusitis kronis, riwayat operasi sinus sebelumnya, bedah sinus  endoskopi fungsional revisi

Last Updated ( Tuesday, 03 April 2012 09:55 )
 
Kista Celah Brankial Kedua
Written by Sukri Rahman, Bestari Jaka Budiman, Seres Triola   
Thursday, 28 July 2011 23:32
PDF Print E-mail

Sukri Rahman, Bestari Jaka Budiman,  Seres Triola

Abstrak

Kista brankial merupakan kelainan kongenital yang etiologinya diterangkan dalam beberapa teori, salah satunya disebabkan oleh karena tidak sempurnanya obliterasi dari aparatus brankial sehingga sisa-sisa sel akan mencetuskan terbentuknya suatu  kista. Pemeriksaan histologi dan tomografi komputer dapat membantu dalam menegakkan suatu diagnosis kista brankial dan menyingkirkan diagnosis banding lainnya. Kista brankial sering menimbulkan gejala benjolan fluktuatif yang muncul pada bagian lateral dari leher dan sering dikeluhkan pada usia dewasa muda. Ekstirpasi kista merupakan penanganan yang tepat pada kasus kista brankial ini. Dilaporkan satu kasus seorang wanita berusia 20 tahun dengan keluhan benjolan pada leher sebelah kanan, dengan pemeriksaan penunjang mendukung kearah suatu kista brankial dan telah dilakukan penanganan ekstirpasi kista. Artikel Lengkap

Kata kunci: Benjolan lateral leher, kista brankial, ekstirpasi kista

Last Updated ( Wednesday, 17 October 2012 00:21 )
 
Diagnosis Dan Penatalaksanan Bell’s Palsy
Written by Jacky Munilson, Wahyu Triana   
Thursday, 28 July 2011 23:30
PDF Print E-mail

Jacky Munilson, Wahyu Triana

Abstrak

Bell’s palsy merupakan penyakit kelumpuhan saraf fasialis akut yang terbanyak dan penyebabnya belum diketahui. Penanganan kasus Bell’s palsy sebaiknya dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari terjadinya gejala sisa yang permanen.

Telah dilaporkan suatu kasus kelumpuhan saraf fasialis perifer akut yang diduga sebagai Bell’s palsy pada perempuan berusia 17 tahun yang dinilai dengan menggunakan sistem House-Brackmann dan metode Freyss, dalam penatalaksanaannya diberikan terapi kortikosteroid dosis tinggi yang diturunkan secara bertahap, obat anti viral dan fisioterapi. Artikel Lengkap

Kata kunci : Kelumpuhan  saraf fasialis, Sistem House-Brackmann, Metode Freyss

Last Updated ( Monday, 27 February 2012 17:39 )
 
Abses Leher Dalam Multipel Dengan Kesulitan Intubasi Dan Komplikasi Fistula Faringokutan
Written by Novialdi, Wahyu Triana   
Thursday, 28 July 2011 23:30
PDF Print E-mail

Novialdi, Wahyu Triana

Abstrak

Abses leher dalam merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan dibidang THT yang bila tidak ditatalaksana dengan baik dapat mengancam kehidupan. Abses  leher dalam ini seringkali menimbulkan komplikasi dalam penanganannya.

Satu kasus abses leher dalam multiple dengan komplikasi berupa kesulitan intubasi akibat perluasan abses dan fistula faringokutan akibat ruptur dari abses telah dilaporkan pada laki-laki berusia 50 tahun dan telah dilakukan trakeostomi lokal, insisi dan eksplorasi abses dalam narkose serta repair fistula faringokutan. Artikel Lengkap

Kata kunci : Abses leher dalam multiple, kesulitan intubasi, fistula faringokutan

Last Updated ( Friday, 02 November 2012 08:29 )
 
Kista Nasolabial
Written by Bestari Jaka Budiman, Wahyu Triana   
Thursday, 28 July 2011 23:29
PDF Print E-mail

Bestari Jaka Budiman, Wahyu Triana

Abstrak

Kista nasolabial merupakan suatu kista epitelial non odontogenik yang bermanifestasi sebagai massa kistik pada setengah lateral lantai vestibulum nasi di dasar alar nasi. Kista ini sangat jarang ditemukan, biasanya bersifat unilateral dan sering terdapat pada wanita dibanding laki-laki pada dekade keempat dan kelima. Diagnosis dapat ditegakan dengan gejala klinik dan pemeriksaan histopatologi. Penatalaksanaan kista ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik antara lain dengan ekstirpasi kista melalui insisi pada daerah sublabial atau dengan teknik marsupialisasi endoskopi transnasal

Dilaporkan  suatu    kasus  kista   nasolabial   pada  seorang  wanita   berusia 43 tahun yang ditatalaksana dengan ekstirpasi kista melalui insisi sublabial. Artikel Lengkap

Kata kunci : Kista nasolabial, insisi sublabial, marsupialisasi endoskopi transnasal

Last Updated ( Monday, 05 March 2012 07:51 )
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 12 of 22

World Head and Neck Cancer Day 2016

Universitas Andalas