Artikel/ Makalah
Asfiksia Perinatal Sebagai Faktor Resiko Gangguan Pendengaran Pada Anak
Written by Sukri Rahman, Hanifatryevi   
Tuesday, 18 October 2011 00:00
PDF Print E-mail
Sukri Rahman, Hanifatryevi
Abstrak
Latar belakang : Asfiksia adalah keadaan di mana tubuh atau bagian tubuh kekurangan oksigen. Jika kondisi ini terjadi pada bayi baru lahir disebut juga dengan asfiksia perinatal, yang dapat menimbulkan kerusakan jaringan secara permanen maupun bersifat sementara. Salah satu gejala sisa yang sering terjadi pada asfiksia perinatal adalah gangguan pendengaran sensorineural. Tujuan : Makalah ini akan membahas tentang mekanisme gangguan pendengaran akibat asfiksia, deteksi dini gangguan pendengaran dengan pemeriksaan Brain Evoked Response Auditory (BERA) dan Otoacoustic Emissions (OAE). Kesimpulan : Gangguan pendengaran akibat asfiksia dapat terjadi akibat beberapa mekanisme diantaranya terjadinya hiperpolarisasi, pelepasan glutamat dan gangguan proses apoptosis. Kelainan ini terlihat pada gambaran BERA dan OAE , dimana terjadinya peningkatan masa laten dan interval gelombang yang bersifat sementara atau menetap, serta ditemukan gangguan pada fungsi koklea bayi dengan asfiksia perinatal terutama pada frekuensi 1-5 kHz yang terdeteksi pada hari ketiga sampai hari kelima kelahiran, dan terdapat perbaikan pada usia 1 bulan. Artikel Lengkap
Kata Kunci : Asfiksia perinatal, gangguan pendengaran, BERA, OAE
Last Updated ( Tuesday, 08 December 2015 13:42 )
 
Fistula Oroantral pada Sinusitis Maksilaris Kronis
Written by Bestari Jaka Budiman, Jon Prijadi   
Monday, 17 October 2011 00:00
PDF Print E-mail

Bestari Jaka Budiman, Jon Prijadi

Abstrak
Fistula oroantral adalah saluran antara antrum dan rongga mulut yang merupakan salah satu komplikasi dari ekstraksi gigi bagian lateral atas yang tidak teridentifikasi dan diobati dengan baik. Fistula tersebut dapat menyebabkan masuknya mikroorganisme dari rongga mulut ke dalam antrum sehingga terjadi sinusitis maksilaris. Fistula oroantral biasanya makin bertambah besar apabila infeksi pada sinus maksila tidak dihilangkan. Penanganan fistula oroantral mencakup penutupan fistula dengan berbagai jenis jabir dan terapi sinusitis dengan Bedah Sinus Endoskopi Fungsional (BSEF).
Satu kasus pasien laki-laki berusia 48 tahun didiagnosis sebagai fistula oroantral akibat ekstraksi gigi molar kiri atas dengan sinusitis maksilaris kronis odontogenik dan telah dilakukan tindakan penutupan fistula dengan jabir alveolar dan BSEF. Artikel Lengkap

Kata kunci : Fistula oroantral, ekstraksi gigi bagian lateral atas, jabir alveolar, BSEF

 
Penatalaksanaan Trauma Tembus Leher Akibat Luka Sayat
Written by Novialdi, Sukri Rahman   
Friday, 29 July 2011 16:54
PDF Print E-mail

Novialdi, Sukri Rahman

 

Abstrak

Trauma tembus leher merupakan keadaan gawat darurat yang bersifat mengancam nyawa karena dapat menyebabkan cedera terhadap struktur-struktur vital di leher seperti jalan nafas, pembuluh darah besar, esofagus  dan saraf. Sebagian besar penyebab luka tembus leher adalah luka tembak diikuti luka tusuk/ sayat.

Trauma ini memerlukan penanganan yang segera. Keberhasilan penatalaksanaan trauma tembus leher tergantung pada waktu mulai mendapat pertolongan, ketepatan diagnosis dan ketepatan penanganan. Untuk membantu evaluasi struktur yang terlibat pada trauma tembus leher, leher sering dibagi  secara horizontal menjadi  zona I, II dan III. Pada masing-masing zona terdapat struktur-struktur vital yang dapat mengalami cedera dan menentukan pilihan penatalaksanaan. Dilaporkan satu kasus luka tembus leher pada seorang laki-laki umur 15 tahun akibat luka sayat (digorok) yang dilakukan eksplorasi segera. Artikel Lengkap

 

Kata kunci : trauma tembus leher, trauma leher, luka sayat leher (gorok)

Last Updated ( Thursday, 11 October 2012 23:58 )
 
Gangguan Pendengaran Akibat Bising: Tinjauan Beberapa Kasus
Written by Jacky Munilson, Yan Edward, Al Hafiz   
Thursday, 28 July 2011 23:44
PDF Print E-mail

Jacky Munilson, Yan Edward, Al Hafiz

Abstrak

Telinga melalui suatu proses pendengaran yang kompleks merupakan pintu masuk komunikasi dan informasi. Lingkungan kerja yang bising dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang permanen. Program-program pencegahan harus dilakukan untuk menghindari gangguan pendengaran akibat bising.

Deteksi dini berupa pemeriksaan audiometri nada murni dilakukan secara berkala minimal sekali dalam setahun pada pekerja dengan lingkungan kerja yang bising. Pemeriksaan ini sangat diperlukan untuk mengetahui perubahan ambang dengar pekerja tersebut. Konseling dan pendidikan kesehatan harus dilakukan pada semua pekerja yang memiliki risiko tinggi terjadinya gangguan pendengaran akibat bising.

Telah dilaporkan enam kasus gangguan pendengaran akibat bising. Enam kasus gangguan pendengaran akibat bising pada  pemeriksaan audiometri nada murni terdapat gambaran khas takik pada frekuensi      4.000 Hz. Artikel Lengkap

Kata kunci : Gangguan pendengaran, bising, audiometri nada murni

Last Updated ( Thursday, 11 October 2012 06:51 )
 
Penatalaksanaan Fistula Labirin Akibat Komplikasi Omsk Tipe Bahaya
Written by Yan Edward, Hanifatryevi   
Thursday, 28 July 2011 23:34
PDF Print E-mail

Yan Edward, Hanifatryevi

Abstrak

Fistula labirin termasuk komplikasi tersering yang disebabkan oleh erosi kolesteatom pada otitis media supuratif  kronis (OMSK) tipe bahaya. Fistula labirin paling banyak terjadi pada kanalis semi sirkularis lateral, tetapi juga bisa ditemukan pada lokasi lain seperti pada tingkap lonjong, promontorium dan lokasi lainnya. Fistula labirin dapat menimbulkan keluhan pusing berputar  (vertigo) dan tuli saraf. Dilaporkan suatu kasus fistula labirin pada seorang anak laki-laki umur 12 tahun dengan OMSK AS tipe bahaya yang telah dilakukan timpanomastoidektomi  dinding runtuh. Artikel Lengkap

Kata kunci : fistula labirin, komplikasi otitis media supuratif  kronis tipe bahaya, kanalis semisirkularis lateral, vertigo

Last Updated ( Friday, 12 October 2012 00:08 )
 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 11 of 22

World Head and Neck Cancer Day 2016

Universitas Andalas