Artikel/ Makalah
Diagnosis Dan Penatalaksanan Bell’s Palsy
Written by Jacky Munilson, Wahyu Triana   
Thursday, 28 July 2011 23:30
PDF Print E-mail

Jacky Munilson, Wahyu Triana

Abstrak

Bell’s palsy merupakan penyakit kelumpuhan saraf fasialis akut yang terbanyak dan penyebabnya belum diketahui. Penanganan kasus Bell’s palsy sebaiknya dilakukan sesegera mungkin untuk menghindari terjadinya gejala sisa yang permanen.

Telah dilaporkan suatu kasus kelumpuhan saraf fasialis perifer akut yang diduga sebagai Bell’s palsy pada perempuan berusia 17 tahun yang dinilai dengan menggunakan sistem House-Brackmann dan metode Freyss, dalam penatalaksanaannya diberikan terapi kortikosteroid dosis tinggi yang diturunkan secara bertahap, obat anti viral dan fisioterapi. Artikel Lengkap

Kata kunci : Kelumpuhan  saraf fasialis, Sistem House-Brackmann, Metode Freyss

Last Updated ( Monday, 27 February 2012 17:39 )
 
Abses Leher Dalam Multipel Dengan Kesulitan Intubasi Dan Komplikasi Fistula Faringokutan
Written by Novialdi, Wahyu Triana   
Thursday, 28 July 2011 23:30
PDF Print E-mail

Novialdi, Wahyu Triana

Abstrak

Abses leher dalam merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan dibidang THT yang bila tidak ditatalaksana dengan baik dapat mengancam kehidupan. Abses  leher dalam ini seringkali menimbulkan komplikasi dalam penanganannya.

Satu kasus abses leher dalam multiple dengan komplikasi berupa kesulitan intubasi akibat perluasan abses dan fistula faringokutan akibat ruptur dari abses telah dilaporkan pada laki-laki berusia 50 tahun dan telah dilakukan trakeostomi lokal, insisi dan eksplorasi abses dalam narkose serta repair fistula faringokutan. Artikel Lengkap

Kata kunci : Abses leher dalam multiple, kesulitan intubasi, fistula faringokutan

Last Updated ( Friday, 02 November 2012 08:29 )
 
Kista Nasolabial
Written by Bestari Jaka Budiman, Wahyu Triana   
Thursday, 28 July 2011 23:29
PDF Print E-mail

Bestari Jaka Budiman, Wahyu Triana

Abstrak

Kista nasolabial merupakan suatu kista epitelial non odontogenik yang bermanifestasi sebagai massa kistik pada setengah lateral lantai vestibulum nasi di dasar alar nasi. Kista ini sangat jarang ditemukan, biasanya bersifat unilateral dan sering terdapat pada wanita dibanding laki-laki pada dekade keempat dan kelima. Diagnosis dapat ditegakan dengan gejala klinik dan pemeriksaan histopatologi. Penatalaksanaan kista ini dapat dilakukan dengan berbagai teknik antara lain dengan ekstirpasi kista melalui insisi pada daerah sublabial atau dengan teknik marsupialisasi endoskopi transnasal

Dilaporkan  suatu    kasus  kista   nasolabial   pada  seorang  wanita   berusia 43 tahun yang ditatalaksana dengan ekstirpasi kista melalui insisi sublabial. Artikel Lengkap

Kata kunci : Kista nasolabial, insisi sublabial, marsupialisasi endoskopi transnasal

Last Updated ( Monday, 05 March 2012 07:51 )
 
Trakeostomi dan Krikotirotomi
Written by Novialdi, Surya azani   
Thursday, 28 July 2011 23:28
PDF Print E-mail

Novialdi, Surya azani

Abstrak

Trakeostomi dan krikotirotomi merupakan teknik pembuatan jalan nafas pintas yang bersifat sementara. Trakeostomi dapat dilakukan secara elektif maupun dalam keadaan gawat darurat, dengan jenis insisi trakea yang bervariasi. Krikotirotomi biasanya dilakukan dalam keadaan darurat dengan waktu yang lebih singkat tapi tidak tanpa resiko. Meskipun membutuhkan waktu yang lebih singkat, tapi prosedur ini jarang dilakukan. Untuk melakukan kedua prosedur ini diperlukan pemahaman tentang anatomi laring dan trakea sehingga dapat mengetahui teknik operasi, komplikasi yang mungkin terjadi serta perawatan pasca tindakan. Artikel Lengkap

Kata kunci : Trakeostomi, krikotirotomi, teknik operasi

Last Updated ( Monday, 05 March 2012 07:52 )
 
Angiofibroma Nasofaring Pada Dewasa
Written by Sukri Rahman, Bestari Jaka Budiman, Surya azani   
Thursday, 28 July 2011 23:27
PDF Print E-mail

Sukri Rahman, Bestari Jaka Budiman, Surya azani

Abstrak

Angiofibroma nasofaring merupakan tumor nasofaring yang bersifat jinak secara histopatologis tetapi secara klinis bersifat destruktif dan lebih sering dijumpai pada laki-laki remaja. Istilah juvenile nasopharyngeal angiofibroma adalah istilah yang kurang tepat karena tumor ini juga dapat ditemukan pada usia yang lebih tua, walupun dengan insiden yang kecil.  Diagnosis klinis ditegakkan berdasarkan riwayat perjalanan penyakit, pemeriksaan fisik dan gambaran radiologis. Penatalaksanaan melalui pembedahan merupakan pertimbangan utama oleh sebagian besar penulis, melalui teknik pembedahan yang bervariasi.

Dilaporkan satu kasus angiofibroma nasofaring pada laki-laki dewasa yang ditatalaksana dengan pembedahan dengan pendekatan transpalatal yang dikombinasi dengan teknik transnasal endoskopi. Artikel Lengkap

Kata kunci : Angiofibroma nasofaring, laki-laki dewasa, penatalaksanaan, pembedahan

Last Updated ( Monday, 05 March 2012 07:53 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 7 of 17

World Head and Neck Cancer Day 2016

Universitas Andalas