Artikel/ Makalah
Penatalaksanaan Trauma Tembus Leher Akibat Luka Sayat
Written by Novialdi, Sukri Rahman   
Friday, 29 July 2011 16:54
PDF Print E-mail

Novialdi, Sukri Rahman

 

Abstrak

Trauma tembus leher merupakan keadaan gawat darurat yang bersifat mengancam nyawa karena dapat menyebabkan cedera terhadap struktur-struktur vital di leher seperti jalan nafas, pembuluh darah besar, esofagus  dan saraf. Sebagian besar penyebab luka tembus leher adalah luka tembak diikuti luka tusuk/ sayat.

Trauma ini memerlukan penanganan yang segera. Keberhasilan penatalaksanaan trauma tembus leher tergantung pada waktu mulai mendapat pertolongan, ketepatan diagnosis dan ketepatan penanganan. Untuk membantu evaluasi struktur yang terlibat pada trauma tembus leher, leher sering dibagi  secara horizontal menjadi  zona I, II dan III. Pada masing-masing zona terdapat struktur-struktur vital yang dapat mengalami cedera dan menentukan pilihan penatalaksanaan. Dilaporkan satu kasus luka tembus leher pada seorang laki-laki umur 15 tahun akibat luka sayat (digorok) yang dilakukan eksplorasi segera. Artikel Lengkap

 

Kata kunci : trauma tembus leher, trauma leher, luka sayat leher (gorok)

Last Updated ( Thursday, 11 October 2012 23:58 )
 
Gangguan Pendengaran Akibat Bising: Tinjauan Beberapa Kasus
Written by Jacky Munilson, Yan Edward, Al Hafiz   
Thursday, 28 July 2011 23:44
PDF Print E-mail

Jacky Munilson, Yan Edward, Al Hafiz

Abstrak

Telinga melalui suatu proses pendengaran yang kompleks merupakan pintu masuk komunikasi dan informasi. Lingkungan kerja yang bising dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang permanen. Program-program pencegahan harus dilakukan untuk menghindari gangguan pendengaran akibat bising.

Deteksi dini berupa pemeriksaan audiometri nada murni dilakukan secara berkala minimal sekali dalam setahun pada pekerja dengan lingkungan kerja yang bising. Pemeriksaan ini sangat diperlukan untuk mengetahui perubahan ambang dengar pekerja tersebut. Konseling dan pendidikan kesehatan harus dilakukan pada semua pekerja yang memiliki risiko tinggi terjadinya gangguan pendengaran akibat bising.

Telah dilaporkan enam kasus gangguan pendengaran akibat bising. Enam kasus gangguan pendengaran akibat bising pada  pemeriksaan audiometri nada murni terdapat gambaran khas takik pada frekuensi      4.000 Hz. Artikel Lengkap

Kata kunci : Gangguan pendengaran, bising, audiometri nada murni

Last Updated ( Thursday, 11 October 2012 06:51 )
 
Penatalaksanaan Fistula Labirin Akibat Komplikasi Omsk Tipe Bahaya
Written by Yan Edward, Hanifatryevi   
Thursday, 28 July 2011 23:34
PDF Print E-mail

Yan Edward, Hanifatryevi

Abstrak

Fistula labirin termasuk komplikasi tersering yang disebabkan oleh erosi kolesteatom pada otitis media supuratif  kronis (OMSK) tipe bahaya. Fistula labirin paling banyak terjadi pada kanalis semi sirkularis lateral, tetapi juga bisa ditemukan pada lokasi lain seperti pada tingkap lonjong, promontorium dan lokasi lainnya. Fistula labirin dapat menimbulkan keluhan pusing berputar  (vertigo) dan tuli saraf. Dilaporkan suatu kasus fistula labirin pada seorang anak laki-laki umur 12 tahun dengan OMSK AS tipe bahaya yang telah dilakukan timpanomastoidektomi  dinding runtuh. Artikel Lengkap

Kata kunci : fistula labirin, komplikasi otitis media supuratif  kronis tipe bahaya, kanalis semisirkularis lateral, vertigo

Last Updated ( Friday, 12 October 2012 00:08 )
 
Bedah Sinus Endoskopi Fungsional Revisi Pada Rinosinusitis Kronis
Written by Bestari Jaka Budiman, Rossy Rosalinda   
Thursday, 28 July 2011 23:33
PDF Print E-mail

Bestari Jaka Budiman, Rossy Rosalinda

Abstrak

Rinosinusitis kronis merupakan inflamasi kronis pada hidung dan sinus paranasal yang sering terjadi, terutama pada usia antara 30-69 tahun. Etiologi dari rinosinusitis kronis adalah multifaktorial. Penatalaksanaan rinosinusitis kronis meliputi terapi medikamentosa yang maksimal dan bedah sinus endoskopi fungsional. Sekitar 5-15% kasus membutuhkan tindakan bedah sinus endoskopi fungsional revisi.

Dilaporkan satu kasus rinosinusitis kronis dengan riwayat operasi sinus sebelumnya pada laki-laki usia 59 tahun dan telah dilakukan terapi medikamentosa dan bedah sinus endoskopi fungsional revisi. Artikel Lengkap

Kata kunci: Rinosinusitis kronis, riwayat operasi sinus sebelumnya, bedah sinus  endoskopi fungsional revisi

Last Updated ( Tuesday, 03 April 2012 09:55 )
 
Kista Celah Brankial Kedua
Written by Sukri Rahman, Bestari Jaka Budiman, Seres Triola   
Thursday, 28 July 2011 23:32
PDF Print E-mail

Sukri Rahman, Bestari Jaka Budiman,  Seres Triola

Abstrak

Kista brankial merupakan kelainan kongenital yang etiologinya diterangkan dalam beberapa teori, salah satunya disebabkan oleh karena tidak sempurnanya obliterasi dari aparatus brankial sehingga sisa-sisa sel akan mencetuskan terbentuknya suatu  kista. Pemeriksaan histologi dan tomografi komputer dapat membantu dalam menegakkan suatu diagnosis kista brankial dan menyingkirkan diagnosis banding lainnya. Kista brankial sering menimbulkan gejala benjolan fluktuatif yang muncul pada bagian lateral dari leher dan sering dikeluhkan pada usia dewasa muda. Ekstirpasi kista merupakan penanganan yang tepat pada kasus kista brankial ini. Dilaporkan satu kasus seorang wanita berusia 20 tahun dengan keluhan benjolan pada leher sebelah kanan, dengan pemeriksaan penunjang mendukung kearah suatu kista brankial dan telah dilakukan penanganan ekstirpasi kista. Artikel Lengkap

Kata kunci: Benjolan lateral leher, kista brankial, ekstirpasi kista

Last Updated ( Wednesday, 17 October 2012 00:21 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 6 of 17

World Head and Neck Cancer Day 2016

Universitas Andalas