Artikel/ Makalah
Diagnosis dan Penatalaksanaan Tuli Mendadak
Written by Jacky Munilson, Yurni   
Monday, 20 February 2012 17:19
PDF Print E-mail

Jacky Munilson, Yurni

Abstrak

Tuli mendadak didefenisikan sebagai kehilangan pendengaran yang tiba-tiba, tuli sensorineural dan bersifat idiopatik. Tuli mendadak merupakan salah satu kegawatdaruratan di bagian THT-KL. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan audiometri. Terdapat beberapa modalitas terapi tuli mendadak. Onset kehilangan pendengaran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan terapi.

Dilaporkan satu kasus pasien yang didiagnosis dengan tuli mendadak pada telinga kiri. Pemberian terapi dini pada kasus ini memberikan peningkatan ambang dengar  yang termasuk pada kelompok  partial recovery. Artikel lengkap

 

Kata kunci : tuli mendadak, kegawatdaruratan THT-KL, tuli sensorineural.

Last Updated ( Thursday, 11 October 2012 07:14 )
 
Sindrom Gradenigo pada Otitis Media Supuratif Kronis tipe bahaya
Written by Yan Edward,Yurni   
Monday, 20 February 2012 17:17
PDF Print E-mail

Yan Edward,Yurni

Abstrak

Sindrom gradenigo merupakan kasus yang jarang, terdiri dari  trias gejala yaitu otore, nyeri retroorbita dan parese nervus abdusen ipsilateral. Sindrom gradenigo sering terjadi pada petrositis yang merupakan salah satu komplikasi yang jarang pada otitis media supuratif kronis. Tomografi Komputer atau  Magnetic Resonance Imaging memegang peranan penting pada sindrom gradenigo untuk membedakan petrositis dengan penyakit non inflamasi.

Telah dilaporkan satu kasus seorang pasien perempuan berumur 17 tahun dengan otitis media supuratif kronis tipe bahaya di telinga kiri dengan sindrom gradenigo ec  petrositis. Artikel lengkap

Kata kunci: Sindrom gradenigo, otitis media supuratif kronis, petrositis.

Last Updated ( Thursday, 11 October 2012 07:11 )
 
Penatalaksanaan Tumor Warthin Parotis
Written by Muhammad Abduh Firdaus, Hidayatul Fitria   
Monday, 20 February 2012 17:15
PDF Print E-mail

Muhammad Abduh Firdaus, Hidayatul Fitria

Abstrak

Tumor Warthin merupakan tumor jinak kelenjar liur yang khusus terjadi di kelenjar parotis. Insidennya kira-kira 6%-8% dari seluruh tumor kelenjar liur dan kedua terbanyak dari tumor jinak kelenjar parotis. Tumor ini tumbuh lambat dan biasanya tanpa gejala. Pengobatan tumor Warthin adalah dengan pembedahan. Salah satu cara pembedahan yang dapat dilakukan untuk menghindari trauma pada nervus fasialis adalah enukleasi. Rekurensi dari tumor ini sangat jarang. Dilaporkan satu kasus tumor Warthin parotis pada seorang laki-laki berusia 70 tahun yang dilakukan terapi pembedahan enukleasi. Artikel lengkap

Kata kunci : Tumor Warthin, enukleasi, trauma nervus fasialis

Last Updated ( Monday, 27 February 2012 17:42 )
 
Penatalaksanaan Hipertrofi Konka
Written by Bestari Jaka Budiman, Hidayatul Fitria   
Monday, 20 February 2012 17:14
PDF Print E-mail

Bestari Jaka Budiman, Hidayatul Fitria

Abstrak

Latar Belakang: Hidung tersumbat merupakan salah satu keluhan yang sering membawa pasien datang berobat ke dokter THT. Salah satu penyebab sumbatan hidung ini adalah hipertrofi konka. Tujuan: Untuk menjelaskan gambaran tentang hipertrofi konka dan penatalaksanaannya. Tinjauan Pustaka: Konka merupakan salah satu komponen yang terdapat di kavum nasi. Konka terdiri dari struktur tulang yang dibatasi oleh mukosa. Mukosanya memiliki epitel kolumnar pseudostratifed bersilia dengan sel goblet dan banyak mengandung pembuluh darah dan kelenjar lendir. Konka melindungi hidung dengan mengatur temperatur dan kelembaban udara inspirasi dan menyaring benda-benda asing yang terhirup bersama udara inspirasi. Hipertrofi konka menimbulkan keluhan hidung tersumbat. Penyebab hipertrofi konka adalah rinitis alergi, rinitis non alergi dan septum deviasi. Penatalaksanaan meliputi medikamentosa dan pembedahan. Pembedahan yang dapat dilakukan adalah lateroposisi, turbinektomi total dan parsial, turbinektomi submukosa, reseksi submukosa dengan lateral outfracture, turbinoplasti inferior, laser, elektrokoagulasi, radiofrekwensi, koagulasi argon plasma, krioterapi dan neurotektomi vidian. Kesimpulan: Hipertrofi konka menyebabkan sumbatan hidung. Pembedahan dilakukan bila medikamentosa tidak berhasil. Banyak teknik pembedahan yang dapat digunakan. Tidak ada teknik yang sempurna, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Artikel lengkap

Kata kunci: hipertrofi konka, sumbatan hidung, turbinektomi, turbinoplasti, medikamentosa

Last Updated ( Monday, 27 February 2012 11:55 )
 
Penatalaksanaan Fraktur Os Nasal Lama Dengan Komplikasi Saddle Nose
Written by Effy Huriyati, Hidayatul Fitria   
Monday, 20 February 2012 17:12
PDF Print E-mail

Effy Huriyati, Hidayatul Fitria

Abstrak

Fraktur os nasal merupakan kasus terbanyak pada trauma wajah. Trauma langsung dapat menyebabkan fraktur kartilago dan tulang septum sehingga kehilangan struktur penyangga. Trauma kraniofasial dapat menyebabkan hidung depress disebut saddle nose. Fraktur os nasal lama telah terjadi pembentukan callus, biasanya terjadi setelah lebih 2 minggu. Fraktur os nasal banyak terjadi pada laki-laki. Penyebabnya adalah kecelakaan kendaraan bermotor, olahraga dan berkelahi. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan radiologi. Fraktur os nasal yang terlambat ditangani dapat direposisi dengan teknik septorinoplasti. Dilaporkan suatu kasus seorang laki-laki berumur 43 tahun dengan fraktur os nasal lama dengan jaringan parut mengitari kedua vestibulum dan direposisi dengan septorinoplasti. Artikel lengkap

 

Kata kunci : fraktur os nasal, saddle nose, septorinoplasti

Last Updated ( Monday, 27 February 2012 17:43 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 4 of 17

World Head and Neck Cancer Day 2016

Universitas Andalas