Artikel/ Makalah
Neuropati Auditori
Written by Sukri Rahman, Yan Edward, Rossy Rosalinda   
Monday, 20 February 2012 17:41
PDF Print E-mail

Sukri Rahman, Yan Edward, Rossy Rosalinda

Abstrak

Latar belakang: Neuropati auditori merupakan suatu gangguan pendengaran yang jarang terjadi dengan prevalensi yang belum diketahui secara pasti dan membutuhkan identifikasi dan diagnosis secara dini. Tujuan: Untuk menjelaskan gambaran audiologi dan elektrofisiologi neuropati auditori sehingga dapat menentukan terapi dan intervensi yang efektif. Tinjauan Pustaka: Neuropati auditori merupakan bagian dari tuli sensorineural, dimana suara dapat masuk hingga telinga dalam, tetapi transmisi sinyal dari telinga dalam ke otak terganggu pada jaras tertentu. Kelainan ini dapat mengenai semua umur mulai dari bayi hingga dewasa. Pasien dengan neuropati auditori dapat memiliki derajat pendengaran yang normal atau mengalami penurunan dari ringan hingga tuli sangat berat, tetapi selalu memiliki kemampuan persepsi bicara yang buruk. Neuropati auditori ditandai dengan hasil abnormal pada brainstem evoked response audiometry (BERA), tetapi otoacoustic emission (OAE) yang normal. Kelainan ini membutuhkan pendekatan manajemen yang berbeda untuk masalah pendengaran dan komunikasi dibandingkan tuli perifer lainnya. Kesimpulan: Evaluasi klinis dan audiologi yang akurat dibutuhkan pada neuropati auditori, dan pada akhirnya, diagnosis yang tepat memberikan strategi terapi dan rehabilitasi yang lebih baik. Artikel Lengkap

Kata Kunci: Neuropati auditori, BERA, OAE, persepsi bicara

Last Updated ( Tuesday, 03 April 2012 09:54 )
 
Diagnosis dan Penatalaksanaan Striktur Esofagus
Written by Fachzi Fitri, Novialdi, Wahyu Triana   
Monday, 20 February 2012 17:39
PDF Print E-mail
Fachzi Fitri, Novialdi, Wahyu Triana


Abstrak

Latar belakang : Kasus striktur esofagus jarang ditemukan, namun kasus ini memerlukan penanganan yang optimal. Sebelum kita melakukan penatalaksanaan terhadap striktur esofagus, perlu dilakukan diagnosis yang akurat agar dapat memilih teknik penatalaksanaan yang tepat. Tujuan : untuk mengetahui cara mendiagnosis dan penatalaksanaan striktur esofagus. Tinjauan pustaka : Striktur esofagus merupakan penyempitan lumen esofagus yang dapat menyebabkan keluhan disfagia. Berdasarkan etiologinya, striktur esofagus dibedakan menjadi striktur esofagus benigna dan maligna. Striktur esofagus benigna disebabkan oleh GERD, zat korosif, web, radiasi, post anastomosis esofagus, sedangkan striktur esofagus maligna disebabkan oleh keganasan baik dari dalam maupun dari luar esofagus. Diagnosis suatu striktur esofagus dapat ditegakkan melalui pemeriksaan barium meal, esofagoskopi, tomografi komputer dan rontgen toraks. Penatalaksanaan kasus striktur ini dapat berupa dilatasi dengan busi atau balon, pemasangan stent dan terapi pembedahan. Pada kasus striktur esofagus maligna juga dapat dilakukan terapi laser dan teknik brakiterapi. Kesimpulan : diagnosis yang akurat perlu dilakukan sebelum memilih teknik penatalaksanaan yang tepat, sehingga dapat mengurangi keluhan disfagia pada penderita striktur esofagus. Artikel lengkap


Kata kunci : Striktur esofagus, barium meal, esofagoskopi, dilatasi, stent, laser, brakiterapi

Last Updated ( Friday, 02 November 2012 08:21 )
 
Rinosinusitis Kronis Dengan Variasi Anatomi Kavum Nasi
Written by Bestari Jaka Budiman, Surya Azani   
Monday, 20 February 2012 17:37
PDF Print E-mail

Bestari Jaka Budiman, Surya Azani


ABSTRAK

Rinosinusitis kronis masih merupakan penyakit yang sering ditemukan dan penyebab utama morbiditas pada sebagian besar penderitanya. Banyak faktor yang berperan dalam berkembangnya penyakit ini antara lain adanya faktor lokal variasi anatomi kavum nasi. Septum deviasi merupakan variasi anatomi yang paling umum ditemukan pada kasus rinosinusitis kronis sedangkan double concha sangat jarang ditemukan pada kasus rinosinusitis kronis. Bedah sinus endoskopi fungsional (BSEF) adalah baku emas dalam tatalaksana rinosinusitis kronis dan septoplasti merupkan konsep bedah moderen untuk koreksi kelainan anatomi septum deviasi.

Dilaporkan satu kasus rinosinusitis kronis dengan variasi anatomi septum deviasi dan double concha yang ditatalaksana dengan BSEF dan septoplasti. Artikel lengkap


Kata kunci : rinosinusitis kronis, variasi anatomi, septum deviasi, double concha

Last Updated ( Monday, 27 February 2012 11:53 )
 
Kesulitan Ekstraksi Benda Asing Gigi Palsu di Esofagus
Written by Fachzi Fitri, Surya Azani   
Monday, 20 February 2012 17:27
PDF Print E-mail

Fachzi Fitri, Surya Azani

Abstrak

Tingginya pemakaian gigi palsu meningkatkan insiden tertelan gigi palsu terutama pada orang tua. Ekstraksi gigi palsu di esofagus dapat menjadi sangat sulit karena ukuran gigi palsu yang besar, ketajaman pinggir gigi palsu dan kawat metal yang ada pada gigi palsu. Teknik ekstraksi secara endoskopi dengan menggunakan esofagoskop kaku haruslah hati-hati untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Dilaporkan satu kasus benda asing gigi palsu yang mengandung kawat dengan esofagoskopi kaku pada laki-laki usia 53 tahun dan telah mengalami gagal ekstraksi di RS daerah. Artikel lengkap.

 

Kata kunci : Gigi palsu yang mengandung kawat, esofagoskopi kaku, teknik ekstraksi gigi palsu

Last Updated ( Saturday, 10 March 2012 22:22 )
 
Bedah Sinus Endoskopi Fungsional Dengan Teknik Hipotensi Terkendali Pada Penatalaksanaan Rinosinusitis Kronis
Written by Bestari J. Budiman, Yurni   
Monday, 20 February 2012 17:22
PDF Print E-mail

Bestari J. Budiman, Yurni

Abstrak

Bedah Sinus Endoskopi Fungsional  (BSEF) merupakan tindakan bedah invasif minimal pada hidung dan sinus paranasal dengan menggunakan endoskop. Salah satu indikasi BSEF adalah rinosinusitis kronis yang tidak respon dengan terapi medikamentosa maksimal.

BSEF  membutuhkan visualisasi yang baik sebagai salah satu faktor penting untuk keberhasilan operasi. Teknik hipotensi terkendali merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengurangi perdarahan selama operasi sehingga memperoleh lapang pandang operasi yang baik.

Dilaporkan satu kasus wanita berusia 28 tahun dengan rinosinusitis kronis yang dilakukan BSEF teknik hipotensi terkendali telah memberikan visualisasi yang baik selama operasi. Artikel lengkap

Kata kunci : Rinosinusitis kronis, BSEF, teknik hipotensi.

Last Updated ( Thursday, 11 October 2012 07:13 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 3 of 17

World Head and Neck Cancer Day 2016

Universitas Andalas